Kamu belum melakukan pencarian apa pun.
detail berita

Viral Lagi, Daging Menu MBG di Lampung Utara Diduga Terselip Peluru Senapan Angin

Selasa 25 Agustus 2026 21:36 WIB
Viral Lagi, Daging Menu MBG di Lampung Utara Diduga Terselip Peluru Senapan AnginSatu peluru yang diduga terselip di daging ayam potongan MBG. Foto Dokumentasi

Lihatwarta.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Utara kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dugaan temuan benda asing berupa peluru senapan angin di dalam daging ayam yang menjadi menu makanan bagi siswa.

 

Video tersebut viral dan memicu perhatian publik karena temuan itu disebut terjadi pada menu MBG yang dibagikan kepada siswa SDN 3 Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara.

 

Dalam video yang beredar, seorang guru menjelaskan bahwa ditemukan satu benda yang diduga merupakan peluru senapan angin di dalam potongan daging ayam. Guru tersebut juga menyebut keberadaan benda itu telah dikonfirmasi kepada Babinsa setempat.

 

“Ini ada satu buah peluru senapan angin di dalam daging ayam. Kami sudah menanyakan keberadaan benda ini kepada Babinsa setempat. Temuan tersebut berasal dari makanan MBG yang dibagikan kepada siswa,” ungkap guru tersebut dalam video yang viral di media sosial.

 

Temuan tersebut disebut terjadi pada Rabu (12/8/2026). Daging yang diduga mengandung peluru kemudian menjadi perhatian karena dikonsumsi dalam rangkaian program MBG yang menyasar anak-anak sekolah.

 

Munculnya video tersebut sontak menimbulkan pertanyaan mengenai proses pemeriksaan bahan makanan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat. 

 

Publik juga mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan mulai dari sumber bahan baku, proses pemotongan, pengolahan hingga makanan sampai ke sekolah.

 

Persoalan menjadi semakin serius karena benda yang ditemukan diduga merupakan peluru senapan angin. Jika benar, keberadaan benda tersebut di dalam makanan berpotensi membahayakan keselamatan siswa apabila tidak terdeteksi sebelum makanan dikonsumsi.

 

Namun demikian, hingga kini belum dapat dipastikan dari mana asal peluru tersebut maupun bagaimana benda itu bisa berada di dalam daging. 

 

Dugaan bahwa daging tersebut berasal dari hewan tertentu juga belum dapat disimpulkan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi.

 

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa daging yang diduga mengandung peluru tersebut telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara untuk menjalani pemeriksaan dan uji laboratorium.

 

Pemeriksaan tersebut menjadi penting untuk memastikan fakta sebenarnya, termasuk jenis benda yang ditemukan, kondisi daging, serta kemungkinan adanya kontaminasi atau persoalan lain dalam rantai penyediaan bahan makanan.

 

Sorotan terhadap SPPG Sindangsari juga tidak muncul untuk pertama kalinya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dapur MBG tersebut sebelumnya pernah mendapat teguran dan sempat menjadi perhatian publik terkait menu makanan yang diduga tidak layak dikonsumsi.

 

Jika temuan terbaru ini nantinya terbukti benar, persoalan tersebut dapat menjadi alarm serius bagi sistem pengawasan 

pelaksanaan MBG di Lampung Utara. 

 

Sebab, program yang menyasar anak-anak sekolah membutuhkan standar keamanan pangan yang ketat dan pengawasan berlapis.

 

Masyarakat pun mendesak pemerintah tidak hanya menunggu hasil pemeriksaan, tetapi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan SPPG Sindangsari. 

 

Evaluasi dinilai perlu mencakup sumber bahan baku, pemasok daging, proses pengolahan, pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan serta mekanisme pengawasan di sekolah.

 

Publik juga meminta setiap dugaan pelanggaran tidak berhenti pada klarifikasi semata apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian.

 

Pengelola yang terbukti melanggar standar keamanan pangan harus diberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Karena itu, kualitas dan keamanan makanan semestinya menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar jumlah porsi yang berhasil didistribusikan.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan terhadap daging tersebut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara maupun pengelola SPPG Sindangsari.

0 Komentar


Masuk sekarang

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.